Marine Botany




Gambar pengunjung tengah menyaksikan ekosistem hutan kelp di Kawasan Perlindungan Laut Teluk Monterey, California
(sumber: https://www.montereybayaquarium.org )

Sebuah pengantar bagi bagian penting di ekosistem laut

Laut adalah sistem kompleks dengan keanekaragaman yang tinggi, baik fauna maupun floranya. Terlebih dahulu, kita akan membahas bagian flora dalam label “Marine Botany”.


Botani laut mencakup semua tumbuhan laut pada habitat alaminya, mereka terdiri dari alga dan angiospermae. Pada kelompok alga terdiri dari mikroalga (diatom, dinoflagelata dan alga biru-hijau) dan makroalga (alga merah, hijau dan cokelat). Sedangkan pada kelompok angiospermae terdiri dari lamun, mangrove dan tanaman rawa.

Klasifikasi pada tumbuhan laut ada tiga yaitu:

  1. Monera, meliputi organisme prokariot, DNA tidak terorganisir dalam kromosomnya.
  2. Protista, meliputi organisme yang melakukan fotosintesis, memiliki banyak pigmen di samping klorofil a serta memiliki siklus hidup yang bervariasi.
  3. Plantae, anggota pada kelompok ini melakukan fotosintesis, memiliki jaringan vaskular dan pigmen klorofil yang lebih dominan.

Sistem penamaan pada tanaman laut disesuaikan dengan taksonominya sesuai pada gambar berikut:


Mengapa tumbuhan laut penting?

Sama halnya dengan tumbuhan di daratan, tumbuhan laut juga memiliki peran vital tidak hanya bagi organisme laut, tetapi juga manusia. Peran tumbuhan laut secara ringkas adalah sebagai berikut:
  1. Produsen primer: tumbuhan laut merupakan komponen penting dalam rantai makanan, mengikat karbon dioksida untuk berfotosintesis dan menghasilkan oksigen untuk organisme lainnya
  2. Habitat bagi organisme lain: seperti ekosistem mangrove atau lamun yang menjadi tempat perlindungan ikan dari predator, tempat mencari makan, tempat beruaya dan tempat pembesaran
  3. Menyaring polutan dari air: tumbuhan laut dapat menyerap polutan dalam perairan sehingga dapat meningkatkan kebersihan air
  4. Menstabilkan sedimen: tumbuhan laut khususnya angiospermae memiliki sistem perakaran yang dapat menjaga kestabilan sedimen ditempatnya tumbuh
  5. Alga sebagai tanaman obat: alga dapat digunakan sebagai antioksidan, nutrien peningkat kemampuan otak (seperti phosphatidylserine), perawatan kulit, antimikroba, pencegahan terhadap alergi, menurunkan kadar kolesterol dan penyakit lainnya.
Pada label “Marine Botani” selanjutnya akan dibahas masing-masing anggota dalam kelompok tumbuhan laut.

Materi ini saya dapatkan dari dosen mata kuliah Biologi Laut Tropis (Botani) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, Ibu Dr. Uun Yanuhar, M.Si. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kawasan Konservasi Perairan

Ancaman Bagi Keanekaragaman Hayati Laut